Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dakwah. Tampilkan semua postingan

Jumat, 04 November 2011

Posko Peduli Banjir Bandang Pesisir Selatan, Sumatera Barat



Musibah kembali melanda Sumatera Barat, tepatnya Kabupaten Pesisir Selatan. Pesisir Selatan merupakan Kabupaten yang memanjang dari Perbatasan Kota Padang Sampai berbatasan dengan Propinsi Bengkulu. Banjir  03 November 2011 dini hari yang melanda hampir  setengah  kecamatan dari 12 kecamatan. Enam kecamatan yakni Ranah Pasisir, Lengayan, Sutra, Lenggo Sari Baganti, Pancung Soal, serta Batang Kapas. Dari Enam Kecamatan tersebut, empat kecamatan terparah akibat banjir yakni di Batang Kapas, Sutra, Lengayan, serta Ranah Pasisir.
 Tidak hanya kerugian materil namun juga terdapat korban jiwa. Setidaknya sudah 6 korban hilang yang dilaporkan. Rumah-rumah hancur, hewan ternak mati dan lahan pertanian mengalami kerusakan total sehingga mengakibatkan gagal panen.

Maka dari itu kami menghimbau saudara muslim dimanapun berada, marilah kita bahu-membahu membantu saudara kita yang sedang membutuhkan uluran tangan kita. Apalagi dalam momen hari Qurban ini, di hari yang muliah ini. Mari kita kurbankan harta kita di jalan Allah untuk meringankan beban mereka. apalagi sebentar lagi akan memasuki hari raya Idul Adha, diantara mereka sudah tidak memiliki apa-apa lagi. Bantuan yang mereka butuhkan sekarang adalah:

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
11.
Bahan makanan
Pakaian
Air Mineral
Perlengkapan Sholat
Jilbab untuk wanita
Pakaian anak-anak
Selimut
Tenda pengunsian
Obat-obatan
Tikar Sholat Masjid
Dll

Untuk memwujudkan itu semua kami mengajak kaum muslimin untuk menyalurkan bantuan melalui Posko Peduli Dar el Iman Padang. Bantuan dapat dikirimkan ke alamat kami di:

Jl. Sawahan Dalam V No 3 Padang
Rekening Bank
BRI Syariah Padang
100-469-69-52
a.n Dafrizal
BNI Syariah Padang
111-222-54-22
a.n Yayasan Dar el Iman


Untuk Info Hubungi Dafrizal 085274898702, Zul Asri Rusli 085272961717 
Gambar Banjir Pesisir Selatan










Masjid Yang Terendam




Rumah-rumah masyarakat yang hancur


Panti Asuhan Menunggu uluran tangan 


Evakuasi korban jiwa


Hantaman Gelombang Pasang


Masjid Terendam








Sumber: Gambar dari http://www.facebook.com/groups/ikpssumut/








Selasa, 16 Juni 2009

INILAH PRINSIP DAKWAH KAMI

1. Kembali kepada Al Qur'an dan As-Sunnah An-Nabawiyah yang shahih dengan pemahaman Salafush Shalih Radhiyallahu ‘Anhum sebagai pengamalan firman Allah 'Azza wajalla,

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيراً
“Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya. dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mu'min, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasainya itu dan Kami masukkan ia kedalam Jahannam, dan Jahannam itu seburuk-buruknya tempat kembali. (Qs. An-Nisaa: 115)

Dan juga sebagai implementasi dari firman Allah Ta'ala:

فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا وَإِنْ تَوَلَّوْا فَإِنَّمَا هُمْ فِي شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللَّهُ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
“Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dialah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”. (Qs. Al Baqarah: 137)

2. Tashfiyah / mensucikan kehidupan kaum muslimin dari noda-noda kesyirikan dalam berbagai bentuknya, memperingatkan dari bid'ah yang mungkar dan pemikiran-pemikiran batil yang menyusup ke dalam tubuh kaum muslimin, membersihkan sunnah nabi dari riwayat-riwayat dha'if dan palsu yang mengotori kemurnian islam dan menghambat kemajuan kaum muslimin demi menunaikan amanah ilmiyah seperti sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ يَنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ وَانْتِحَالَ المْبُطْلِيْنَ وَتَأْوِيْلَ الجْاَهِلِيْنَ
“Agama ini dibawa pada setiap penerusnya oleh orang-oang adilnya, mereka melenyapkan penyimpangan orang-orang yang melampau batas dan tipu daya para pengekor kebatianl serta menghilangkan takwilnya orang-orang jahil”.

Juga sebagai realisasi firman Allah Ta'ala :

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلا تَعَاوَنُوا عَلَى الْأِثْمِ وَالْعُدْوَانِ
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan taqwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran”. (Qs. Al Maidah: 2)

3. Membina kaum muslimin di atas agama mereka yang haq, mengajak mereka untuk mengamalkan hukum-hukum agama islam dan berhias diri dengan keutamaan dan akhlak islam. Yang demikian akan memberikan jaminan untuk mendapatkan ridha Allah dan merealisasikan kebahagian dan keluhuran. Itu semua merupakan bentuk perwujudan sifat yang Allah sematkan terhadap kelompok yang selamat dari kerugian,

وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
“Dan mereka saling mewasiatkan dengan kebenaran dan kesabaran”. (Qs. Al Ashar: 3)

Dan juga sebagai ketundukan terhadap perintah Allah Ta'ala,

وَلَكِنْ كُونُوا رَبَّانِيِّينَ بِمَا كُنْتُمْ تُعَلِّمُونَ الْكِتَابَ وَبِمَا كُنْتُمْ تَدْرُسُونَ

“Akan tetapi (dia berkata):"Hendaklah kamu menjadi orang-orang rabbani, karena kamu selalu mengajarkan Alkitab dan disebabkan kamu tetap mempelajarinya”. (Qs. Ali Imran: 79)

4. Menghidupkan metode ilmiyah yang islami dan benar dengan bimbingan Al Qur'an dan As-Sunnah di atas manhaj Salafush Shalih, dan melenyapkan kebekuan taqlid madzhab serta membuang fanatik hizbi (kelompok) yang membelenggu akal kebanyakan kaum muslimin. Serta mewujudkan ukhuwah islamiyah diatas akidah dan manhaj Ahlus Sunnah sebagai pelaksanaan terhadap firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعاً وَلا تَفَرَّقُوا (آل عمران:103)

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai”. (Qs. Ali Imran: 103)



Dan sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam:

كُوْنوُاْ عِبَادَ اللهِ إِخْوَاناً
“Jadilah kalian hamba-hamba Allah yang bersaudara”.



5. Tidak memprovokasi kaum muslimin untuk melawan pemerintahnya meski mereka lalim, tidak melalui minbar-minbar khutbah atau pun melalui sarana-sarana lainnya, karena yang demikian menyelisihi sunnah Salafus Shalih, juga sebagai aplikasi dari sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam,

مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِذِيْ سُلْطَانٍ فَلاَ يُبْدِيْهِ عَلاَنِيَةً وَلْيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَإِنْ سَمِعَ مِنْهُ فَذَاكَ وَإِلاَّ كَانَ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ
“Barangsiapa ingin menasihati penguasa maka janganlah menampakkannya terang-terangan di hadapan massa, namun gaetlah tangannya (yakni dengan empat mata / rahasia), jika dia mau mendengar maka itulah (yang diharapkan), jika tidak mau mendengarnya maka dia telah menunaikan kewajibannya”.

Inilah prinsip dakwah kita.